Minggu, 31 Mei 2015

Kisah Guru Kami

Saya pernah menjalani merenung atau smedi di dua tempat Alam terbuka, di masjid, dan di kamar. Namun, suatu ketika, seorang Syaikhuna menyuruh menyepi dan smedi di tempat rame. " Kamu akan nampak berbeda dengan ahli-ahli spiritual yang jalurnya smedi jika kamu bersedia dan mampu menyepi di tempat yang rame. Lagi pula telah banyak Mujjahadah mu ( Perjalanan Spiritual ) dengan cara-cara ekstrim. Silahkan.... hanya empat hari saja di dua tempat yang berbeda namun rame. " Dan, Atas Rohmat Alloh Ta'alaa, saya telah menjalankannya dengan Tawwakal dan mendapat tanda panggilan Sagar Angin untuk di Masjid Agung Kota Garut dan tanda panggilan Guruhaki Ama Anom di tempat yang paling buruk di Alam Dunia, yakni Pasar tradisional di Kota Ciamis. Bukan hanya itu, saya pun mendapat panggilan Orang Gila di dua tempat tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar